http://www.scribd.com/doc/52322366/aplikasi-akuntansi
expedition
Kamis, 18 Oktober 2012
Senin, 14 September 2009
Jurnal Penutup dan Jurnal Pembalik (Dasar-Dasar Akuntansi)
A. PENGERTIAN
Jurnal Penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup rekening-rekening nominal/sementara.
Akibat penutupan ini maka rekening–rekening ini pada awal periode akuntansi saldonya nol.
B. JURNAL PENUTUP
Terdapat 4 (empat) jurnal penutup yang harus dibuat yaitu:
- Menutup rekening Pendapatan
Rekening
|
Debet
|
Kredit
|
| Pendapatan
Ikhtisar Rugi/Laba
|
xxx
|
xxx
|
- Menutup rekening Beban
Rekening
|
Debet
|
Kredit
|
Ikhtisar Rugi/Laba
Beban
|
xxx
|
xxx
|
- Menutup rekening Ikhtisar Rugi/Laba
Rekening
|
Debet
|
Kredit
|
Ikhtisar Rugi/Laba
Modal
|
xxx
|
xxx
|
- Menutup rekening Prive
Rekening
|
Debet
|
Kredit
|
Modal
Prive
|
xxx
|
xxx
|
C. CONTOH
Berikut adalah data laporan Rugi laba suatu perusahaan:
Pendapatan…………………………………………………….
Beban telepon……………………………………………
Beban asuransi……………………………………………
Beban depresiasi……………………………………………
Beban gaji..……………………………………………………
|
Rp. 12.900.000,-
Rp. 1.000.000,-
Rp. 250.000,-
Rp. 9.000.000,-
Rp. 2.000.000,-
|
Jurnal penutup yang harus dibuat pada akhir periode akuntansi adalah sebagai berikut:
JURNAL PENUTUP
Rekening
|
Debet
|
Kredit
|
Menutup Pendapatan:
Pendapatan
Ikhtisar Rugi/Laba
|
12.900.000
|
12.900.000
|
Menutup Beban:
Ikhtisar Rugi/Laba
Beban telepon
Beban asuransi
Beban depresiasi
Beban gaji
|
12.250.000
|
1.000.000
250.000
9.000.000
2.000.000
|
Menutup Ikhtisar Rugi/Laba:
Ikhtisar Rugi/Laba
Modal
|
650.000
|
650.000
|
Latihan 18
Buatlah jurnal penutup berdasarkan data-data sebagai berikut:
Pendapatan ………………………………………………….
Beban telepon ………………………………………………
Beban asuransi………………………………………………
Beban depresiasi………………………………………………
Beban gaji …….………………………………………………
Beban perlengkapan…………………………………………
Prive…..……………………………………………………….
|
Rp. 20.000.000,-
Rp. 1.500.000,-
Rp. 1.000.000,-
Rp. 10.000.000,-
Rp. 4.000.000,-
Rp. 2.000.000,-
Rp. 5.000.000,-
|
Jawab:
JURNAL PENUTUP
Rekening
|
Debet
|
Kredit
|
E. REVERSING ENTRIES (JURNAL BALIK)
Jurnal balik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode sebagai
kebalikan dari sebagian jurnal penyesuaian pada akhir periode
sebelumnya. Jurnal ini bersifat opsional namun jika dilakukan memberikan
manfaat. Tidak semua ayat jurnal penyesuaian dilakukan reversing
entries. Jurnal penyesuian yang dibalik adalah:
- Hutang biaya
- Piutang Pendapatan
- Pendapatan Diterima Dimuka jika digunakan pendekatan pendapatan
- Biaya Dibayar Dimuka jika digunakan pendekatan beban (biaya)
Untuk memudahkan pemahaman, berikut ini disajikan ikhtisarnya saja sebagai berikut:
No.
|
Jenis AJP
|
Ayat Jurnal Penyesuaian
|
Jurnal Balik
| ||||
1.
|
Hutang Biaya
|
Biaya Gaji
Hutang Gaji
|
100
|
100
|
Hutang Gaji
Biaya Gaji
|
100
|
100
|
2.
|
Piutang Bunga
|
Piutang Bunga
Pendapatan Bunga
|
150
|
150
|
Pendapatan Bunga
Piutang Bunga
|
150
|
150
|
3.
|
Pendapatan Diterima Dimuka
|
Pendapatan Tiket
Pendapatan Tiket DD
|
200
|
200
|
Pendapatan Tiket DD
Pendapatan Tiket
|
200
|
200
|
4.
|
Biaya Dibayar Dimuka
|
Sewa Dibayar Dimuka
Beban Sewa
|
900
|
900
|
Beban Sewa
Sewa Dibayar Dimuka
|
900
|
900
|
Senin, 14 September 2009
Jurnal Penyesuaian (Dasar-Dasar Akuntansi)
A. PENGERTIAN
Jurnal
penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo
rekening-rekening ke saldo yang sebenarnya sampai dengan periode
akuntansi, atau untuk memisahkan antara pendapatan dan beban dari suatu
periode dengan periode yang lain.
B. REKENING YANG HARUS DISESUAIKAN
Saldo rekening yang perlu disesuaikan adalah :
- Penyusutan/depresiasi aset tetapSeluruh aset tetap kecuali tanah yang dimiliki perusahaan harus disusutkan/didepresiasi. Terdapat beberapa metode untuk menyusutkan aset tetap, salah satunya adalah metode garis lurus.
Contoh :Sebuah mobil seharga Rp 90.000.000,- diperkirakan umur ekonomisnya adalah 10 tahun, apabila disusutkan menggunakan metode garis lurus maka beban depresiasinya per tahun adalah:90.000.000 = Rp 9.000.000; per tahun
10
Jurnal untuk mencatat beban depresiasi tersebut adalah:
Tanggal
|
Rekening & Keterangan
|
Ref
|
Debet
|
Kredit
|
31-12-02
|
Beban depresiasi
Akumulasi depresiasi kendaraan
(mencatat depresiasi kendaraan) |
9.000.000
|
9.000.000
|
- Beban dibayar di mukaContoh :Perusahaan membayar asuransi sebesar Rp 750.000 untuk masa 3 tahun yaitu tahun 2002 s/d 2004. Pada saat membayar perusahaan menggunakan pendekatan beban.
Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut:
Tanggal
|
Rekening & Keterangan
|
Ref
|
Debet
|
Kredit
|
31-12-2002
|
Asuransi Dibayar di muka
Beban Asuransi
|
-
|
500.000
|
500.000
|
- Beban yang masih harus dibayar
Contoh :
Suatu perusahaan belum membayar gaji karyawan sebesar Rp 500.000;
Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut:
Tanggal
|
Rekening & Keterangan
|
Ref
|
Debet
|
Kredit
|
31-12-2002
|
Beban Gaji
Hutang Gaji
|
-
|
500.000
|
500.000
|
- Pendapatan diterima di muka
Contoh :
Tanggal
31 Desember 2002 sebuah hotel menerima pembayaran dari tamu hotel
sebesar Rp 750.000 untuk 5 hari. Hotel menggunakan pendekatan
pendapatan.
Jurnal penyesuainnya adalah sebagai berikut:
Tanggal
|
Rekening & Keterangan
|
Ref
|
Debet
|
Kredit
|
31-12-2002
|
Pendapatan
Pendapatan diterima dimuka
|
-
|
600.000
|
600.000
|
- Piutang Pendapatan
Contoh :
Tanggal
31 Desember 2002 sebuah hotel belum menerima pembayaran sewa kamar
sebesar Rp 500.000; karena pembayaran baru dilakukan pada saat check
out..
Jurnal penyesuainnya adalah sebagai berikut:
Tanggal
|
Rekening & Keterangan
|
Ref
|
Debet
|
Kredit
|
31-12-2002
|
Piutang Pendapatan
Pendapatan
|
-
|
500.000
|
500.000
|
Latihan 13
Buatlah jurnal penyesuaian berdasarkan data-data sebagai berikut:
- Perlengkapan yang digunakan pada tahun ini adalah sebesar Rp.500.000;
- Gaji karyawan yang masih harus dibayar oleh perusahaan sebesar Rp.1.000.000;
- Perusahaan telah menyelesaikan pekerjaan jasa foto copy sebesar Rp.750.000; tetapi belum diterima pembayarannya.
- Perusahaan membayar sewa gedung kantor untuk 2 tahun ini sebesar Rp 10.000.000;
Jawab :
Jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut:
Tanggal
|
Rekening & Keterangan
|
Ref
|
Debet
|
Kredit
|
Tampilkan posting dengan label Dasar-Dasar Akuntansi. Tampilkan semua posting
Senin, 14 September 2009
Laporan Arus Kas
- PENGERTIAN LAPORAN ARUS KAS
Kegiatan
operasional untuk perusahaan dagang terdiri dari membeli barang
dagangan, menjual barang dagangan tersebut serta kegiatan lain yang
terkait dengan pembelian dan penjualan barang. Untuk perusahaan jasa,
kegiatan operasional antara lain adalah menjual jasa kepada
pelanggannya. Misalkan menjual jasa aeronautika dan non aaeronautika.
Kegiatan ini akan mengakibatkan terjadinya uang masuk untuk pendapatan
dan aliran uang keluar untuk biaya. Baik pendapatan dan biaya yang
terjadi telah dilaporkan dalam laporan laba rugi, namun besarnya
pendapatan tersebut belum tentu sama dengan uang yang diterima karena
perusahaan umumnya menggunakan dasar akrual untuk mengakui pendapatan.
Demikian halnya dengan biaya, biaya yang dilaporkan laba rugi belum
tentu sama dengan arus keluar untuk biaya tersebut.
Kegiatan
investasi merupakan kegiatan membeli atau menjual kembali investasi
pada surat berharga jangka panjang dan aktiva tetap. Jika perusahaan
membeli investasi/aktiva tetap akan mengakibatkan arus keluar dan jika
menjual investas/aktiva tetap akan mengakibatkan adanya arus kas masuk
ke perusahaan.
Kegiatan
keuangan atau ada yang menyebutnya kegiatan pendanaan, adalah kegiatan
menarik uang dari kreditor jangka panjang dan dari pemilik serta
pengembalian uang kepada mereka.
- BENTUK/METODE PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS
Metode Langsung
PT ABC
| ||||||
LAPORAN ARUS KAS
| ||||||
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007
| ||||||
(dalam Rupiah)
| ||||||
| Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi : | ||||||
| Kas yang diterima dari pelanggan |
951.000
| |||||
| Dikurangi : | ||||||
| Kas untuk membeli persediaan |
555.200
| |||||
| Kas untuk membayar biaya operasi |
259.800
| |||||
| Kas untuk membayar biaya bunga |
14.000
| |||||
| Kas untuk membayar pajak |
29.000
| |||||
858.000
| ||||||
| Aliran kas bersih dari kegiatan operasi |
93.000
| |||||
| Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi : | ||||||
| Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi |
75.000
| |||||
| Kas keluar untuk membeli peralatan |
(157.000)
| |||||
(82.000)
| ||||||
| Aliran kas bersih untuk kegiatan investasi | ||||||
| Aliran kas dari kegiatan keuangan : | ||||||
| Kas yang diterima dari penjualan saham |
160.000
| |||||
| Dikurangi : | ||||||
| Kas untuk membayar dividen |
23.000
| |||||
| Kas untuk membayar hutang obligasi |
125.000
| |||||
148.000
| ||||||
| Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan |
12.000
| |||||
| Kenaikan kas |
23.000
| |||||
| Saldo kas pada awal tahun |
26.000
| |||||
| Saldo kas pada akhir tahun |
49.000
| |||||
Dari
laporan terlihat bahwa arus kas yang berasal dari kegiatan operasional
dirinci menjadi penerimaan dari berbagai sumber yang merupakan kegiatan
operasional dan pengeluaran kas untuk berbagai kegiatan operasional.
Arus kas dari kegiatan investasi dan keuangan juga dirinci menurut
jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan timbulnya penerimaan dan
pengeluara kas.
Sementara
jika kita lihat contoh di bawah ini arus kas dari kegiatan operasional
tidak dirinci menurut sumber dan jenis penggunaannya, melainkan net
income dikoreksi sehingga net income tersebut berubah menjadi net cashflows dari operasi.
SOAL LATIHAN
Kegiatan operasi adalah transaksi yang berpengaruh pada net income, sementara itu kegiatan investasi adalah transaksi yang mengakibatkan bertambah atau berkurangnya investasi pada harta tidak lancar serta kegiatan pendanaan/keuangan adalah transaksi yang mempengaruhi besarnya hutang jangka panjang dan kepentingan pemilik perusahaan. Anda diminta untuk :
- Menentukan apakah masing-masing transaksi di bawah ini merupakan kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
- Menentukan apakah telah terjadi penambahan atau pengurangan atau tidak memepengaruhi kas perusahaan.
No.
|
Transaksi
|
Jenis Kegiatan
|
Pengaruhnya
|
| 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. | Membayar biaya sewa ruangan Membayar dividen kepada pemilik Membayar gaji karyawan Membeli barang dagangan dan membayar harga barang Menjual barang dan menerima hasilnya Membeli aktiva tetap dan membayarnya Membeli aktiva tetap dan membayarnya dengan mengeluarkan saham Menjual saham perusahaan di atas harga nominal | Kegiatan Operasi | Pengurangan |
No.
|
Transaksi
|
Jenis Kegiatan
|
Pengaruhnya
|
| 9. 10. 11. 12. | Membayar bunga pinjaman obligasi Meminjam uang dari bank Membayar hutang obligasi Membayar hutang dagang |
Metode Tidak Langsung
PT ABC
| ||||||
LAPORAN ARUS KAS
| ||||||
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007
| ||||||
(dalam Rupiah)
| ||||||
| Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi : | ||||||
| Laba bersih menurut laporan laba rugi |
90.500
| |||||
| Ditambah : | ||||||
| Biaya depresiasi |
18.000
| |||||
| Penurunan persediaan kantor |
8.000
| |||||
| Kenaikan hutang jangka pendek |
16.800
| |||||
| Kenaikan hutang biaya |
1.200
| |||||
44.000
| ||||||
| Dikurangi : | ||||||
| Kenaikan biaya dibayar dimuka |
1.000
| |||||
| Kenaikan piutang usaha |
9.000
| |||||
| Penurunan hutang pajak |
1.500
| |||||
| Laba penjualan aktiva tetap |
30.000
| |||||
41.500
| ||||||
| Aliran kas bersih dari kegiatan operasi |
93.000
| |||||
| Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi : | ||||||
| Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi |
75.000
| |||||
| Kas keluar untuk membeli peralatan |
(157.000)
| |||||
(82.000)
| ||||||
| Aliran kas keluar bersih untuk kegiatan investasi | ||||||
| Aliran kas dari kegiatan keuangan : | ||||||
| Kas yang diterima dari penjualan saham |
160.000
| |||||
| Dikurangi : | ||||||
| Kas untuk membayar dividen |
23.000
| |||||
| Kas untuk membayar hutang obligasi |
125.000
| |||||
148.000
| ||||||
| Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan |
12.000
| |||||
| Kenaikan kas |
23.000
| |||||
| Saldo kas pada awal tahun |
26.000
| |||||
| Saldo kas pada akhir tahun |
49.000
| |||||
Jika
kita amati contoh di atas, terlihat bahwa perbedaan antara metode
langsung dengan metode tidak langsung terletak pada penyajian arus kas
berasal dari kegiatan operasi, sementara itu baik aliran kas dari
kegiatan investasi dan keuangan adalah sama penyajiannya.
- DATA UNTUK MENYUSUN LAPORAN ARUS KAS
No.
|
Menyusun Arus Kas Dari
|
Informasi yang Relevan
|
1.
| Kegiatan Operasional |
|
2.
| Kegiatan Investasi |
|
3.
| Kegiatan Keuangan |
|
- MEMBACA LAPORAN ARUS KAS
Sebelum
melihat bagaimana perusahaan dikelola kasnya, perlu disadari bahwa
untuk membaca laporan keuangan secara tepat perlu dipahami cara
penyajian informasi arus kas. Pada metode langsung, arus kas dari
operasi dirinci sumber –sumbernya dan demikian juga dengan pengeluaran
kas sehingga laporan itu akan mudah dipahami dengan tepat. Pada metode
tidak langsung, laporan arus kas dari operasional diawali dengan net
income, kemudian net income tersebut dikoreksi dengan hal-hal/item-item
tertentu yang diperlakukan berbeda antara dalam penyusunan laporan laba
rugi (yang menghasilkan net income) dengan laporan arus kas. Dalam
menyusun laporan laba rugi perusahaan menggunakan akrual basis, sehingga
mungkin pada tahun tertentu ada biaya yang telah diperlakukan sebagai
biaya (expense), tapi pada tahun itu tidak terdapat pengeluaran kas.
Hal-hal inilah yang dikoreksikan pada net income akan berubah menjadi
net cashflows dari operasional. Dengan demikian jika biaya amortisasi
dan depresiasi ditambahkan, janganlah diartikan bahwa depresiasi dan
amortisasi secara fisik akan mengakibatkan adanya aliran kas masuk
sebesar itu.
Ada beberapa kemungkinan pola aliran kas yang terjadi dalam perusahaan, yaitu:
- Semua kegiatan (operasional, investasim dan keuangan) menghasilkan aliran kas yang positif yang berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih besar dari pengeluaran kas. Pada keadaan pertama semua kegiatan menghasilkan penerimaan kas yang lebih besar daripada pengeluaran kas. Tentu dalam jangka panjang akan terjadi saldo kas yang besar.
- Semua kegiatan (operasional, investasi dan keuangan) menghasilkan aliran kas yang negatif yang berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih kecil dari pengeluaran kas. Ini kebalikan pola 1 di atas, sehingga dalam jangka panjang cadangan kas yang ada akan habis.
- Kegiatan operasional positif sedangkan kegiatan investasi dan keuangan negatif. Pada pola ketiga, perusahaan menggunakan kas dari operasional untuk membayar hutang/pengembalian modal/membayar deviden dan untuk investasi. Pola ini dapat dikatakan ideal dan banyak pengamat mengatakan ini adalah keadaan penen kas.
- Kegiatan operasional dan kegiatan investasi positif tetapi kegiatan keuangan negatif. Sedangkan pada pola hasil penjualan investasi dan opersional digunakan untuk membayar hutang mengembalikan modal.
- Kegiatan operasional negatif sedangkan kegiatan investasi dan keuangan positif. Ini berarti perusahaan menggunakan sebagian investasi dan penarikan pinjaman modal untuk membiayai operasional. Kegiatan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
- Kegiatan investasi negatif sementara kegiatan operasional dan keuangan positif. Perusahaan menggunakan cash dari operasional dan pinjaman/penarikan modal untuk melakukan investasi.
- Kegiatan opersional dan investasi negatif sedangkan kegiatan keuangan positif. Perusahaan melakukan kegiatan operasional dan investasi yang sebagian dibiayai dengan dana pinjaman atau penarikan modal. Sebagian dana juga digunakan untuk operasional. Kondisi ini mungkin terjadi pada perusahaan yang sedang tumbuh.
- Kegiatan investasi positif tetapi kegiatan operasional dan keuangan negatif. Perusahaan mungkin menjual investasi/aktiva tetap untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pembayaran hutang/pembayaran ke pemilik.

